Terkadang, ada kalanya suatu malam aku ingin sekali berbicara denganmu.
Dengan bertindak bodoh meyakinkan diriku sendiri bahwa kau pasti akan meneleponku saat itu juga.
Untuk beberapa saat kuperhatikan ponselku dan melihat bayangan wajahmu di layarnya.
Samar oleh imajinasiku sendiri.
Tentu, tetap dengan hidung pesek itu.
Dan, ya, akhirnya, kau tau?
Aku selalu meleset.
Ponselku bahkan tidak berbunyi.
Bahkan tidak dari siapapun malam itu.
Ada kalanya ingin sekali mengobrol denganmu.
Memang selalu ada kalanya ingin sekali mengobrol denganmu.
Hanya denganmu.
Bukan yang lain.
Berbicara dan membahas segalanya lagi.
Tentu maksudku dengan cara yang ringan dan apa adanya.
Menceritakan hal-hal bodoh yang kita lakukan saat masih bersama dulu.
Lalu sama-sama menertawainya meski pada akhirnya kita sadar bahwa kita masih merindukannya.
Atau mungkin membahas adegan-adegan yang terlewatkan yang seharusnya kita lakukan dengan cara tertentu.
Lalu kita sama-sama kembali menertawainya.
Ada kalanya ingin bercerita denganmu.
Bukan tidak ingin jika aku saja yang meneleponmu.
Hanya saja, kau tau?
Waktumu.
Situasimu.
Timing yang kukhawatirkan tidak tepat.
Dan kau tahu itu kan?
Aku selalu benci dengan "dimana saat aku yakin ingin meneleponmu, kau sedang sibuk "
Sehingga selalu kuputuskan biar aku saja yang menunggu telepon darimu.
Ada kalanya ingin sekali mengobrol denganmu.
Tentang apa saja.
Tentang apapun itu.
Meski selalu sama dan berulang-ulang setiap malamnya.
Namun itu tidak akan pernah membosankan.
Kita akan sangat bahagia melakukannya.
Meski kemudian harus tertunduk bungkam menyadari bahwa kita tidak lagi bersama.
Itu lucu dan sangat lucu.
Aku bahkan terkadang tak habis pikir jika harus memikirkannya.
Tapi, ya sudahlah, bagaimana pun juga aku ingin tetap bisa mengobrol denganmu.
Karena selalu ada kalanya aku ingin sekali mengobrol denganmu.
Ada kalanya ingin sekali mengobrol denganmu.
Jadi,
Telepon aku, oke??