https://cdn.jwplayer.com/libraries/l62vdWIV.js PUISI: 2011

Cari:

Sabtu, 05 Maret 2011

Kau Pasti Rindu

Katakan bahwa kau rindukanku..
Katakan bahwa kau rindu nuansa2 sederhana kita.
Dan katakan bahwa kau rindu akan sebutan "bawel" dariku.
Lalu katakan lagi bahwa kau rindu akan kejahilanku, keceplosanku.
Dan katakan yg terakhir kau rindu akan kebebasanmu saat bersamaku.
Kau pasti rindu akan tawa lepasmu.
Kau pasti rindu akan dada bidang tempatmu menangis dulu.
Dan kau pasti rindu akan ejekan2ku.
Dan satu hal yang aku yakini
"Kau psti rindu akan pujian utk dagu cantikmu itu"..
Kau pasti rindu.
Ya..
Kau pasti rindu..

Siapa Hawa Itu?

Siapa hawa itu?
Siapa dia yang berdiri disana?
Rambutnya terurai lurus.
Hitam bagai kerudung perempuan mesir.
Datar punggungnya bagai hamparan ladang gandum.
Lengan mungilnya berkulitkan putih bersih.
Dan jenjang kakinya kokoh bagai kaki Dian emas.
Saat dia berbalik kearahku.
Matanya menangkap tatapku yang sedari tadi memperhatikannya.
Lama..
Lama tatap itu berlabuh padaku.
Wah..Dia begitu indah.
Ingin sekali aku lambaikan tangan.
Sekedar bisikkan "hai" padanya.
Namun aku tak sadar bahwa aku telah gagu.
Mulutku terkunci rapat seperti bukan mulutku.
Inilah momen terbodohku.
Tapi siapa laki laki disamping kirinya itu.
Laki laki yang menggenggam jemari kanannya?
Mungkinkah kekasihnya?
Wah.. Beruntungnya lelaki itu..
Betapa sempurna sudah hidup lelaki itu.

Biarkan Aku Puaskan

Biarkan aku menangis puas
Agar kujeritkan saja semuanya
Tentang apapun
Tentang apapun itu
Mungkin tentangmu
Tentang luka yang malah kau kibaskan
Dan ya..
Tentang pilu itu
Akan kupecahkan saja foto ini
Dan lalu kuberantakkan ruanganku
Kuhancurkan saja semuanya
Biar puas aku
Enyahlah!!
Tak ingin kau ada disini
Juga dia.
Toh jika nanti aku reda
Akan ku perbaiki semuanya
Aku hanya ingin terpuaskan sejenak..

Akulah Tempat Ternyamanmu

Aku ingin sekali menyeka air matamu saat kamu menangis di pelukku karena dia.
Ingin sekali kubelai lembut rambutmu.
Lalu kudekap dirimu.
Ku redakan.
Agar kau sadar.
Inilah tempat ternyamanmu.
Karena saat menatapmu tertawa oleh canda canda basiku,
Membuatmu tersenyum dengan ejekan ejekan anehku,
Dan membuatmu istimewa oleh pujianku atas DAGUmu,
Telah mampu membuatku merasa memilikimu.
Ketahuilah..
Ada dada bidang disini untukmu menangis karena dia.
Ada banyak ruang untukmu mengeluh tentang dia.
Ada banyak kata untukmu bercerita.
Puaskanlah semua padaku.
Sebelum kau benar benar menyadarinya.
Dan ya..
Sebelum kau benar benar menyadarinya.

Biarkan Aku Mengkhayalkanmu

Aku berkhayal..
Mencoba mnyelidiki bayang wajahmu di benakku.
Mencari senyummu..
Mencari di celah antara jutaan bayang yang kian buram..
Akan kupaksa khayalku lebih jauh.
Akan kupaksa mencarimu.
Mengulas kenangan mana yang kiranya dapat memperjelas rupamu.
Dan jika nanti aku temukan.
Akan kusimpan.
Dan akan ku khayalkan lagi di malam2 berikutku.
Agar senang aku.
Agar trsnyum aku lagi.
Seperti saat ini.
Salam malam untukmu dari alam sadar dan alam khayalku.
"AKU SEDANG MELIHAT BINTANG, BINTANG SEDANG MELIHAT AKU, DAN BINTANG SEDANG MELIHAT KAU YANG AKU INGIN LIHAT"

Untitled

Sadarkah kau arti tatapanku
Meski kutau kala itu kau sedang mnatapnya
Pahamkah kau arti candaku
Meski kutau saat itu kau sedang tertawa karena ada dia
Mengertikah kau maksud pujianku
Meski kutau semua manjamu hanya untuk dia
Taukah kau makna perhatianku
Meski kutau yang ada dibenakmu saat itu adalah dia
Aku lelah kau menangis dipelukku karena dia
Aku jenuh kau marahi aku atas kekesalanmu padanya
Aku letih mendengar unegmu atas sifat dia yang tak kau sukai
Dan aku muak mendengar semua cerita2 manismu tentang dia
Ini aku !
Lihat aq !
Tak layakkah kudapatkn senyummu?
Tak bolehkah kuperoleh sedikit hatimu?
Tak pantaskah aku memilikimu?

Lamun

Lamun..
Apa yg kau suguhkan kali ini?
Tentang apa?
Karena jenuh aku..
Muak..
Dengan cerita cerita itu..
Paling tentang dia..
Tentang senyumnya..
Satu hal yg masih terekam jelas di otakku..
Dan luka pemberiannya seperti tak cukup untuk menghapus itu..
Sengsara darinya tak kuat menghilangkannya..
Apa ini..
Apa arti smua ini?
Mengapa jadi tentang dia?
Akhhh..
Aku ingin tidur saja..

Luapkan Padaku

Kenapa tak peluk saja aku,
Saat aku ada dihadapanmu yg kau bilang sangat rindu.
Kenapa tak kau tangisi saja didadaku,
Saat kau bersedih karena sesuatu hal.
Kenapa tak kau tampar saja aku,
Saat aku salah.
Kenapa tak kau maki saja aku,
Saat aku keterlaluan.
Kenapa tak kau usir saja aku,
Saat aku tampak memuakkan.
Marahlah saat suatu hari aku tak suguhkan canda2 basiku.
Bentak aku saat aku tak memujimu barang sekalipun.
Cemberutlah saat aku memakai parfum kesukaanku yg tak pernah kau sukai itu.
Cemberutlah saat aku membuat gaya rambutku seperti mantan mantanmu terdahulu.
Ngambeklah saat kau melihatku berakting bersama teman wanitaku yg lain.
Kian ngambeklah jika nanti aku berusaha redakanmu.
Aku suka itu.
Kau boleh saja tak balas smsku.
Atau tak angkat telfonku.
Ini aku..
Luapkan semua hal padaku.
Karena aku untukmu.
Untuk semua emosimu.
Untuk semua keadaanmu.
Baik saat mukamu berminyak hebat,
Atau saat kau berjerawat lebat,
atau saat kau lupa memakai pengharum nafasmu.
Untuk semua itulah aku disini.

Sebaris Kata Untuk Mantan

Tak bisa kupungkiri
Jika kuterluka karena dia
Kala kuteriris olehnya
Kamulah sosok yang sering hadir dibenakku
Kamu yang senantiasa terbesit selalu
Wajahmu itu telah mampu tenangkan aku
Kau tak cantik
Tak sedikitpun cantik
Tapi kau sederhana
Itu yang membuatmu selalu indah
Senyummu yg kini mulai buram di khayal
Cukup buatku reda
Senyum yang sebenarnya tak manis
Ya, semua senyummu memang tak prnh tampak manis
Tapi kau ikhlas
Dan itu yang membuatmu sangat mempsona
Dan kau tau
Kau tak seksi
Sama sekali tak seksi
Kau tak pernah menggoda
Kau selalu apa adanya
Itu yang membuatmu tampak sempurna
Bahkan kau bukan seorang yang kaya
Tapi saat bersamamu aku bisa selalu merasa lengkap
Memandang matamu sepersekiau detik adalah hal tersulitku saat itu
Bahkan aq pernah berdoa sebelum menggenggam jemarimu
Membuatmu marah adalah sesuatu yang aku paling takutkan
Tapi tetap saja kau tak pernah marah meski saat aku ngambek
Dan kau tak pernah berkata "HARUS" saat aku berkata "TIDAK"
Kau itu memang..
Hhhh...
Apa kabarmu kini?
Dimana sudah kau berada?
Pasti kau tengah bahagia disana
Disuatu tempat
Hidup dengan seseorg yang pasti jauh lebih baik dariku
Betapa beruntungnya pria itu
Aku merindukanmu
Sangat merindukanmu
Aku memang tak ingin kau kembali
Tapi ketahuilah
Kau masih menguasai tempat terluas itu disini
Didalam hati..

Rembulan Dan Dirimu

Aku menatap kosong pada rembulan ini
Merenungi hadirnya yang sendiri
Tanpa bintang menghiasi
Kelam pekat menguasai
Ku mainkan petikanku
Dan ku nyanyikan lirikku yang baru saja kutulis sore tadi
Tentang sepi
Tentang sunyi
Ini untuk dia
Dan untuk bintang yang tak setia
Ku dendangkan dengan sederhana
Tidak melambat petikanku
Dan tidak tergesa syairku
Terselip dalam baitku sebuah nama
Nama seorang hawa
Nama seorang makhluk manja
Yang rembulan pasti sedang mengawasinya
"Aku melihat rembulan
Rembulan melihatku
Dan rembulan melihat dia yang ingin aku lihat"
Ada sebaris pesan untuk dia
Sebaris harap untuknya yang aku yakin tengah bahagia
Dan sebaris kata bahwa aku masih mengingatnya
Ku nyanyikan baris terakhirku berulang kali
Dan terucap nama itu beberapa kali
"Sampaikanlah ini.."

Menunggu Tanpa Merasa Menanti

Siapa yang akan ku temui nanti?
Dimana hawa berikutku itu kini?
Wangi apa yang kan dia beri?
Akankah indah?
Atau juga luka seperti jejak terakhir dari mereka malah?
Karena lelah
Aku lengah
Terkurung oleh luka hawa terakhir
Tak jua menyingkir
Aku hanya ingin ini berakhir
Bermuara pada genangan indah
Tentu saja bersamanya
Tiada butuh lagi yang lain
Dan tiada butuh lagi yang berikutnya
Siapakah dirimu yang menungguku?
Sadarkah diriku sedang menujumu?
Kapanpun dan dimanapun semua itu nanti bermula
Itu pasti akan indah
Dan mungkin jadi yang terindah
Momen yang bukan rencanamu dan juga bukan rencanaku..
Menunggulah disana..
Menunggu tanpa merasa menanti..

Sadarkah Kamu??

Kau bolehkanku menghapus airmatamu
Kau bolehkanku menggenggam jemarimu
Kau juga biarkanku mendekap hangat tubuhmu
Bahkan kau merasa nyaman saat kukecup lembut keningmu
Yang itu semua adalah ungkapan rasaku
Dan benar aku memang mencintaimu
Tapi mengapa kau tak ijinkanku masuk ke dalam hatimu?
Mengapa kau tak bolehkanku jadi kekasihmu?
Mengapa kau selalu mengelak tiap kali aku memohon

"Jadilah perempuanku"
Aku tak butuh semua ini
Aku tak inginkan ini
Jika benar kau tak mencintaiku
Kenapa juga kau harus ngambek saat ku lepas genggaman tanganku?
Karena aku sadar itu bukan hakku
Kenapa juga kau harus marah saat aku tak memelukmu lagi?
Kau tau aku tak layak begitu
Dan tak seharusnya begitu
Dan kenapa juga kau harus menangis saat aku pasang wajah lelahku?
Aku memang lelah sudah
Atau ku akhiri saja?
Tapi aku tak ingin kau terluka
Aku tak tega
Apa sebenarnya yang kau mau??

Kisahku (Dalam Cerpen)

Aku mengenal hatimu jauh sebelum aku mengenal sifatmu. Aka memandang indahnya sederhanamu bukan rupamu. Kemudian aku alami rasa ini. Rasa yang bukan aku ciptakan sendiri. Rasa yang datang perlahan dan bukan instan, dan aku yakin ini sejati. Rasa yang memaksaku untuk kau mengetahuinya.
Awalnya ku jelaskan semua itu lewat bahasa tubuhku, dan kau menyambutnya dengan sempurna. Kau membuka sedikit jalan untuk aku bisa masuk ke dalam sana. Sampai suatu ketika momen itu datang, "Jadilah kekasihku". "Tunggu" itulah jawabmu.
Beberapa masa kita lewati tanpa ikatan, kita menikmtinya begitu saja. Beberapa keindahan kita lalui tanpa sebuah komitmen. Dan kita bahagia. Layaknya yang lain, kita merasa sempurna. Indah memang. Ya memang indah.
Hingga saatnya aku butuh sesuatu yang benar benar mengikat. "Jadilah kekasihku" ku ulang lagi kalimatku yang aku bahkan sudah lupa kapan terakhir mengatakannya. Tapi apa yang ku dapat? Kau bahkan belum menggubrisku. Kau ubah topik secepat kau mengubah senyummu. Kau eratkan pelukanmu sambil membahas sesuatu yang beda dari harapku.
Aku lelah, tak seharusnya aku menggenggam tanganmu. Tak selayaknya aku mendekapmu. Dan tak sepantasnya aku menciummu. Karena semua itu belum hakku.
Menangislah disana seperti saat aku menangis selama ini. Agar kau tau bahwa begitulah aku selama ini. Kau memang melihat aku tertawa, bercanda, tersenyum bahagia. Tp taukah kau isi hatiku? Aku remuk tiap kali aku menatapmu tersenyum oleh pujianku sendiri. Aku merasa sakit tiap aku berhasil membuatmu tertawa lepas oleh canda canda basiku. Dan aku merasa bersalah tiap kali usai menciummu.
Mengrtilah.. Aku tak mau kita teruskan hal bodoh ini. Aku tak harapkan ini. Bukan ini yang aku mau. Sakit memang jika nanti kau menolakku karena aku terus memaksamu, Taph ketahuilah aku TENGAH rasakan sakit yang lebih teramat atas status kita seperti ini.
Tapi.. Kalau aku boleh berkata jujur, aku belum siap meninggalkanmu. Aku belum cukup tegar untuk hal ini. Tapi..
Arrggghhhh..
Aku bingung, tersesat dalam harapanku.
God, help me.
Aku mencintai dia. Aku takut sekali kehilangan dia. Tapi aku sadar aku tak boleh teruskan kebodohan kami ini.
Mana yang sebaiknya aku lakukan? Meninggalkan dia dan mengubur rasaku yang teramat kuat ini? Atau meneruskan ke"ilegal"an kami???

Biarkan Mereka Dengan KEindahannya, Dan Kau Tetap Dengan Keindahanmu

Lihat bintang itu..
Aku tak ingin kau menjadi seperti bintang itu
Aku ingin kau menatapnya bersamaku
Agar aku dapat melihat dua keindahan malam ini
Yakni kau dan bintang itu.
Dan kemudian mawar ini..
Aku tak ingin kau menjadi sepertinya
Tapi aku ingin kau memetiknya untukku
Agar ada dua kecantikan yg aku terima
Yakni kau dan mawar ini.
Maka biarkan mereka dengan keindahannya
Dan kau dengan keindahanmu.

Dialah Dia

Aku temukan hawa itu.
Seorang makhluk manis yang tidak memandangku dari kelebihanku saja.
Makhluk lucu yang menggunakan kelebihannya guna menutupi kekuranganku.
Makhluk manja yang ternyata mengawasiku selama ini.
Dialah perempuan yang aku ingini.
Meski JAIMnya yang teramat sangat tinggi.
Tapi itulah keindahan yang dia miliki.
Dan aku suka.
Akan kucoba meraih dia semampuku.
Semampu yang aku bisa.
Akan kukembangkan rasa ini.
Hingga kian besarnya.
Hingga nanti aku yakin dan benar benar yakin
Dan kemudian berani berucap
"Aku mencintaimu"

Khayal Sahabatku

Hembusan angin menusuk
Menghantar malam kebibir pagi
Semilir
Hewan hewan malam kini tak lagi berbunyi
Seperti lelah semalaman bernyanyi
Sedangkan aku masih terjaga diantara orang orang yang sudah lama terlelap
Masih berkhayal diantara mimpi mereka yang akan bertepi
Masih berangan diantara nafas nafas mereka yang tenang
Dan mungkin nanti akan tertidur sendiri setelah mereka terjaga..

Sehari Tadi Bersamaku (Bag.2)

Itu hari terindahku berikutnya
Tadi itu hari terpentingku
Bersamamu.
Aku sempat merasa bodoh saat tadi aku menyanyikan sebuah lagu ciptaanku dihadapanmu
Aku merasa terlalu mengumbar rayu
Aku merasa..
Ya..
Lebay, peres, over akting, ato apalah !!
Tapi aku tak pernah menyangka kau akan berkata
"Kau manis, itu tadi lirik indah ko"
Dan yapp..
Lalu..
"Kenapa harus kubacakan puisi gombalku yang kupaksa romantis yang kutulis semalaman itu?"
Hingga aku pun tak berani menatapmu setelahnya
Tapi ketika kuberanikan melirik
Kau malah hadiahi aku bola mata yang berkaca kaca
Dan lalu kau pun berucap manja
"Terimakasih sayang"
Dan kemudian
Satu lagi hal yang kuanggap paling bodoh yang tak pernah aku lakukan sebelumnya
"TIDAK PERNAH"
Yang "bukan gue banget"
Tapi terucap begitu saja
"Aha do maksudmu lae mamistak mistak itoan on?"
Aku bahkan tak percaya telah mengatakannya
Membuatku merasa gagah saat kau berlindung dibelakangku
Memelukku erat..
Hhhmmm..
Terimakasih sayang, kau membuatku berbeda.
I love U

Sehari Tadi Bersamaku (Bag.1)

Sedang apa dia.
Apakah dia juga tengah melamunkanku?
Apakah dia juga sedang mengulas sehari tadi denganku?
Apakah dia juga sedang tersenyum senyum mengkhayalkan sehari itu?
Apakah dia juga merasakan betapa singkatanya sehari tadi bersamaku?
Apakah dia juga sedang menatap fotoku seperti aku menatap fotonya saat ini?
Apakah dia juga mendekap foto itu didadanya seraya mendoakan lirik lirik indah untuk kami?
Dan apakah dia juga sudah rasakan rindu seperti yang aku sudah rasakan?
Atau apakah sekarang dia juga ingin sekali SMS aku sekedar berkata "aku sudah kangen kamu" namun sedikit jaim?
Atau malah dia sudah tertidur dengan fotoku tetap didadanya?
Atau dia sudah bermimpi indah tentang kami?
Atau didalam mimpinya dia sedang mengarang sendiri cerita yang seharusnya terucap namun terlewatkan di sehari tadi bersamaku?
Atau bahkan dia takkan bisa tidur karena sehari itu?
Hmm..
Aku juga sudah merindukanmu kok.
Dan sehari tadi adalah awal untuk "sehari-sehari" berikutnya.
Nantikan saja...

Kau Masih Kuasai Tempat Itu

Di waktu malamku.
Di tiap kantuk belum taklukkanku.
Di kala lelap belum kuasaiku.
Di saat mimpi belum menjemputku.
Aku lamunkan dirimu.
Aku selalu sisihkan waktu untuk mengulas semua tentangmu.
Tersenyum tipis aku untuk tiap bayangmu yang terekam jelas dibenakku.
Mengkhayalmu.
Membiarkanmu bermain sesukamu diotakku.
Adalah sebuah kenyamanan untukku.
Dan seperti biasa aku pun tertidur dengan sendiriku.
Lalu menyeret engkau kedalam mimpi.
Dan menyambung khayalku didalam sana.
Kau memang sudah kuasi angan dan mimpiku.
Dan sebagian besar hatiku.
Sedari dulu engkau telah kuasai itu.
Mungkin sampai nanti, esok atau bahkan selamanya.
Ketahuilah itu..

Kekasihku Bukan Kekasihku

Aku memandang geram pada rembulan
Menatap sinis pada sang bintang
Terserah tanggapan mereka
Persetan dengan pendapat mereka atas tatapanku
Aku hanya ingin mereka mengerti
"Kembalikan kekasihku !!!" Kuteriakkan kuat dalam hati
Aku tau mereka mendengarnya
"Dia dihadapanku kini, Tapi aku seperti tak mengenalnya"
"Dia bahkan sedang menatapku, tapi itu bukan tatapan kekasihku"
"Dia menyentuhku, tapi terasa tak seindah dulu"
"Dia menciumku, tapi terasa tak sehangat dulu"
Kemana dia?
Sudah pergikah dia?
Lalu siapa yang aku tatap ini?
Siapa yang aku sentuh ini?
Siapa yang aku kecup ini?
"Dia bukan kekasihku"

Aku Hanya Ingin Bernyanyi

Ku petik tiap senar gitarku
Aku bernyanyi
Mendendangkan lembut lirik-lirik manjaku

Sederhana memang
Tapi ini laguku
Rangkaian bait yang tercurah karena kamu
Tercipta atas ulahmu

Tak perduli jika hening malam merasa terusik
Atau bintang berkomentar atasku
Persetan dengan ocehan sang rembulan
Aku hanya ingin bernyanyi

Inilah caraku untuk menangis
Meneteskan air mata melalui nada
Inilah caraku untuk berteriak
Menjerit kuat melalui rangkaian bait

Dan kau tau??
Aku tak ciptakan ini untukmu
Bukan untukmu
Tidak untuk siapapun
Bahkan tidak untuk orang yang mungkin kebetulan sedang mendengarnya di balik selimut hangatnya

Aku hanya ingin bernyanyi
Ya..
Aku hanya ingin bernyanyi...

Elegi Dini Hari

Ketika bintang itu enggan terik
Apa kau pernah mau melirik?
Kau bahkan tidak sekalipun menatap
Lalu untuk apa kau meratap
Masih ribuan lagi bintang berpesan
Berkesan
Tiada bahkan tertutup awan
Dan ya pasti jauh menawan
Petik saja gitarmu
Nyanyikan lagu itu
Kau juga boleh teriakkan puisi-puisiku
Biar tenang dirimu
Biar lelap lagi nanti tidurmu
Aku hanya lelah
Jengah
Muak dengan jutaan kesah
Tiada berkisah
Masih tak sadarkah kau aku telah jenuh?
Berbaur buliran peluh
Melapisi luka yang sudah lama melepuh
Jadi jangan sudutkan aku jika banyak kusiarkan keluh
Sungut menggelayut
Takkan lagi kupungut
Aku takkan lagi menuntut
Bawa pergi saja cintamu kelaut
Akan kutatap sampai hanyut
Sambil membiarkan tangisku tersulut
Sesal kutamengi baru aku salut.

apoepoetra@yahoo.com , 120210
Friday, 02.12am.

Mencari Mentari

Masih menelisir disekitar getir
Kucari cinta walau hanya segelintir
Disana ditumpukan pasir yang terseret air
Harapkan terselip diantara bulir

Pesisir
Kembalikan aku kedahuluku yang tenang mengalir
Hadir
Dibawah hujaman petir
Debur hujan yang menyindir
Serta hembusan angin semilir

Aku hanya ingin senyumku kembali
Seperti dulu aku bisa bernyanyi
Memuji
Dendangkan lagi bait bait suci
Bacakan jutaan puisi
Tanpa tersentuh pelik
Damai ciptakan canda menggelitik
Tentunya bersamanya aku bisa tertawa
Sosok sempurna seorang hawa
Sang pemilik philtrum indah.

Datanglah.. Mungkin Sebagai Kekasih

Ku bisikkan lembut namamu pada sang bintang
"Dimana kini kau berada?"
Ku ucapkan perlahan pada sang malam
Berharap dia menjaga hangat ragamu yang kau tinggal bermimpi malam ini
Dimanapun kau rebahkan tubuhmu terlelap
Mungkin disuatu tempat yang aku ingin sekali datangi untuk kita bisa menjelaskan lagi semuanya
Lalu kuteriakkan pada sang rembulan
"Jangan tertawai aku. Aku hanya bertanya dimana ia kini"
Bungkam
Bahkan kian hening
"Jauhi aku!!" apa maksudmu?
Apa kau hanya butuh waktu untuk tenangkan jiwamu?
Atau memang kau ingin sudahi semuanya?
Jika kau memang ingin ini berakhir, mengapa tanpa kata?
Kenapa kau biarkan aku menunggu sesuatu yang aku tak bisa selesaikan dengan sendiriku?
Datanglah sebagai kekasih
Atau datanglah sebagai orang lain yang hanya untuk berkata "usai"
Aku akan hargai walau sebagai apapun nanti kau datang..

Aku Tak Yakin Telah Mendengarnya

Dulu..
Kau kenalkan aku pada sebuah rasa
Kau hadapkan aku pada hasrat yang menyuruhku agar memilikimu
"Tunggu" itulah jawabmu ketika aku beranikan diri mencoba meraihmu
Dan kini
Ketika kau hadir lagi
Berdiri dihadapanku kembali
Mengisyaratkan usai sudah masa tungguku
Dan kau tau aku selalu simpan kata "tunggu"mu itu
Kau biarkan lagi aku tatapi cantikmu
Kau bolehkan lagi aku nikmati indahmu
Kau bangunkan lagi rasa yang tak mati itu
Ya.. Yang tak mati itu
Yang bahkan kian besarnya sudah
Tapi apa yang kemudian aku dapat?
"Jangan lagi terlalu mengharapkanku"
Apa ini?
Kaukah yang berucap ini?
Aku sendiri tak yakin telah mendengarnya
Apa salahku??

Jengah

Lelah aku mencari sosok yang aku paksa sempurna
Letih aku membodohi diriku sendiri
Penat hati tertuntut oleh hasrat yang hanya sesaat
Sesak raga ini oleh "keinginan" semata
Karna aku tau aku saja tak sempurna
Aku sangat sadari itu
Jikapun beroleh yang sempurna
Aku percaya akan tidak sempurnalah pula rasa ini nantinya
"Tak ada cinta yang sempurna untuk orang sempurna"
"Cinta yang sempurna hanya tersedia untuk mereka yang tidak sempurna"
Hmmm..
( I believe it, always )

Memang Harus Aku

Betapa munafiknya aku kala itu berkata
"Aku akan bahagia jika kau bahagia dengannya"
Betapa bodohnya aku kembali berkata
"Aku baik baik saja"
"Sambutlah dia"
Omong kosong semua itu
Kau tau?
BullShiiitt!!
Aku terluka
Teriris hebat
Ingin sekali saat ini kudatangi lelakimu itu
Lalu menghajarnya
Dan kemudian menyeretnya kehadapanmu
Agar kau tau dia tak layak untukmu
Agar kau tau akulah yang sangat mencintaimu
Akulah yang layak untukmu
(Kau memang hanya belum sadari itu)
Bahkan siapapun yang saat ini berani melirikmu
Akan kucongkel keluar mata mupengnya itu
Siapapun yang berkata "hai" padamu dari seberang jalan sana
Akan kuhampiri sekedar mendaratkan kepalan tanganku dicongor kurang ajarnya itu
Atau siapapun yang sengaja atau bahkan ga sengaja mencolek tubuhmu
Akan kupatahkan berkali-kali jari sialannya itu
Agar kau tau hanya aku yang layak memilikimu
Hanya aku yang memang harus kau pilih..

( Jialaaah.. Curhat stresss..!! )

Baik Aku Akan Berkhayal

Menatap kosong pada dedaunan basah
Dari celah jendela ruang kamarku yang tak seberapa
Dunia yang bahkan sudah gelap
Tak urungkan niatku berkhayal
Gerimis ini mengapa ada?
Hening kau seret
Hadiahi lamun yang tak mampu kutolak
Angan sepertinya hanya memilihku untuk ditaklukkan
Riuh apapun tak cukup kuat untuk buyarkannya
Dingin yang hadir tak cukup kuat menyuruhku beranjak
Baiklah..
Aku takluk
Aku akan berkhayal
Apa yang kau tawarkan kini?
Kita lihat..
Sejauh apa kau mampu membawa lamunku menelusur
Sebanyak apa makhluk-makhluk manis itu bisa kau seret masuk
Sekuat apa indah-indah mereka bisa ciptakan senyuman untukku
Baiklah..
Aku akan berkhayal..

Dialah Yang Berhak Kini

Aku hanya tak ingin kau menyesal karena telah memilih dia
Aku tak ingin kau menangis karena merindukanku
Aku tak ingin kau teteskan air matamu mengenang momen-momen aneh saat bersamaku
Dialah yang kini boleh membuatmu tenang
Dialah yang berhak berucap padamu "aku mencintaimu"
Dialah yang selayaknya menerima segala unegmu
Lalu aku...
Biarkan disini
Biarkan memendam rasa yang tak pernah mati
Ya.. yang tak pernah mati
Takkan aku berharap lebih
Aku bersyukur telah sempat memiliki
Kau boleh saja datang bersama indahmu yang memang selalu aku kagumi
Dan membuatku semakin menjadi-jadi
Tapi ketahuilah
Aku merasa cukup menjadi aku yang sekarang
Teruslah bercerita
Teruslah bertanya
Aku akan selalu hadiahimu senyum terindah..

Indahnya Mencintaimu

Aku miliki rasa ini bukan karena kau cantik
Toh mantanku sebelum kau jauh lebih menarik
Aku sayangimu
bukan karena temenmu sianu itu selalu melebih-lebihkanmu dimataku
Aku mencintaimu bukan karena kau punya Bapak
Yang mulai berhasil denganku kompak
Aku bahkan semakin mencintaimu gadis
Bukan karena tatapan mamakmu yang dulu sadis kini berubah manis
Atau bukan karena anjing piaraanmu yang konon galak
Kini kian berperasaan dan mulai jinak
Aku ciptakan semua ini bukan karena kau ahli merayu
Meski kuakui kau memang selalu sukses membuatku layu
Hatiku miliki rindu
Bukan saat kau berani memelukku
Ragaku terpuaskan
Bukan saat kau selalu berani menciumku duluan
Banggaku saat denganmu
Bukan karena kau selalu tau isi kepalaku
Ya kau memang selalu mengerti isi ubun-ubun ini
Mandiri
Mau gerak sendiri
Jiwaku segar
Bukan karena saat kuajak ngemil jagung bakar
Selalu kau yang bayar
Atau saat kita makan di si Samun sana
Selalu kau yang keluarkan dana
Atau bukan juga karena mie capcai si Harmonis
Yang kerap kuterima gratis
Indah mencintaimu
Bukan saat kau isi pulsaku
Yang meski seringan cuma 5ribu
Tanpa itu semua aku akan tetap mengejarmu
Memburumu
Hanya karena 1hal padamu yang selalu membuatku bersyukur
1hal yang selalu bisa mengajakku akur
1hal itu, kau JUJUR..

Biarkan Aku Tetap Mengkhawatirkanmu

Kau yang disana
Yang pernah memilih meninggalkanku
Jika nanti kau bersedih
Siapa yang akan menghiburmu?
Jika nanti kau menangis
Siapa yang akan menyeka air matamu dengan jemarinya?
Jika nanti kau ingin marah
Siapa yang akan kau jadikan tempatmu mengeluh?
Jika nanti kau ingin bercerita tentang hari-harimu yang membosankan
Siapa yang akan mendengarkanmu?
Jika nanti kau ingin bercanda
Siapa yang akan tertawa lucu untukmu?
Jika nanti kau ingin tertawa lepas
Siapa yang akan menatap indah senyummu dan kemudian berkata
"Kau cantik bila tertawa lepas"
Jika nanti kau ingin bermanja
Siapa yang akan menyediakan dada bidang untukmu?
Sudah adakah seseorang itu?
Jika memang ya Bolehkah aku untuk tetap mengkhawatirkanmu?
Biar tenang aku
Karena ini aku
Yang memang sudah terbiasa memperhatikanmu
Dan akan tenang aku jika tetap begitu
Meyakinkan diriku bahwa kau baik-baik saja
Meski tak lagi sekerap dulu
Karena batasan itu telah ada
Biarkan aku tetap mengkhawatirkanmu..

Apakah Dia Bahagia Hari Ini?

Jika saja wahai kau angin dapat berbisik
Aku ingin sekali bertanya tentang dia
Aku ingin bertanya bagaimana harinya
Apakah dia bahagia hari ini?
Adakah senyum hiasi bibir mungilnya hari ini?
Apa saja yang ia lakukan hari ini?
Apa saja yang telah dia temukan?
Karena aku mau tau
Ingin sekali aku tau
Bahkan tentang mimpinya malam ini
Wahai mimpi, kali ini cerita apa yang kau beri padanya?
Singkirkan cerita burukmu
Isilah tidurnya tentang cinta.

Ya.. Aku Rindu

Aku rindu alami rasa itu
Aku rindu nuansa cinta seperti dulu
Aku rindukan ragam emosiku
Saat memiliki seorang hawa lucu
Aku rindu ucapkan I LOVE YOU
Aku rindu katakan I MISS YOU
Aku rindu ciptakan puisi-puisi romantisku yang cuma untuknya aku mendayu
Aku rindu memuji seorang hawa dengan kata-kata yang kemayu
Aku rindu menggenggam jemari sang hawa dengan pura-pura bergaya polos malu-malu
Aku rindu mendekap hangat raga sang hawa sambil berkata aku sayang kamu
Aku rindu mengecup lembut bibir sang hawa dengan harapan bisa bertindak lebih jauh
Aku rindu menantang nyaliku pantang mundur terus maju
Aku rindu saat momenku harus taklukkan anjing piaraanmu yang setia menungguku tiap aku datang bertamu
Aku rindu momenku menerima hujaman pertanyaan bapakmu yang selalu bikin aku jemu
Aku rindu momenku memuji mamakmu cantik bertubi-tubi yang padahal udah peot gitu
Aku rindu momenku nyogok adek-adekmu pake nyuruh mereka beli gorengan cuma buad bisa ninggalin aku sama kamu
Aku rindukan semua itu
Ya aku rindu..

Aku Ingin Rasakan Hujan

Kala itu mendung
Tak bergelayutan awan-awan putih yang biasanya abstrak
Hitam
Bahkan kian hitam
Makhluk-makhluk kecil disana tak lagi riuh bermain riang
Menatap aku pada warna kelam didepanku
Dan membelakangi warna cerah dibelakangku
Enggan aku beranjak dari tempatku yang sama sekali tak teduh
"Aku ingin rasakan hujan"
Tanpa angin gaduh hanya tenang
Tanpa gemuruh hanya lengang
Tutup mulutmu wahai kau yang mengajakku berteduh
Enyahlah jangan memanggilku
Menyingkirlah kau yang hendak menyaungiku dengan jaket putih lusuhmu
Jangan ganggu aku
Aku ingin rasakan hujanku
Aku ingin nikmati tetes pertamanya menyentuh wajahku
"Aku ingin rasakan hujan".

Ciuman Itu (Bag.2)

Aku lengang menyepi
Kini sunyi,sendiri
Hanya aku dan khayal ini disini
Ada bayangmu sedaritadi menemani
Tentangmu yg memang tak bisa kuhindari
Kau adalah satu hal yg tak bisa kutepis pasti
Senantiasa menggelayuti aku Si Pelamun Sejati
Bait ini tentang ciuman itu
Ya..
Tentang kecupan hangat itu
Tentang sebuah indah berikutnya yg kuperoleh darimu
Ada ketulusan disana
Ada kesucian dibalik nikmatnya
Desahmu menyuruhku mengistimewakanmu
Kau menggeliat menyadarkanku kaulah Si Spesial itu
I Love U.

Ciuman Itu (Bag.1)

Kali ini aku tak berkhayal tentang cantikmu.
Aku tak sedang mengulas indahmu di benak.
Karena kemarin dan esok ada waktu untuk itu.
Tentang ciuman itu.
Ya..
Kali ini aku ingin mengkhayal tentang ciuman itu.
Satu hal terindah berikutmu yang aku telah gapai.
Satu hal yang pada saat itu begitu sulit,
sangat sulit untuk ada.
Takut, malu, jaim atau apalah, itu yang tengah kuasaimu saat itu.
Meski akhirnya kau dan aku bisa taklukkannya.
Hmm..
Dekapanmu..
Hangat tubuhmu..
Aku merindukanmu sayang.

Dirimu.. Kucari..

Berlari kearah terik itu
Menyingkap belukar
Kuikuti cahaya dari celah belukar
Dari antara ranting rapuh yg lembab oleh embun
Yg lalu terjatuh ke tanah oleh hentakku
Terpantul nur dari bulir air diujung daun yg belum siap menetes ke bumi
Terengah aku..
Bersandar pada salahsatu batang pinus kekar itu
"Masih jauh"
Hhhh..
Peluh ini takkan hentikanku
Letih kutepis pasti
Membelakangi bayangan aku berlari
Akar-akar tajam menghantam kaki telanjang
Sayatan ilalang di dada dan lengan
Takkan kuhiraukan.

Kau

Kau adalah senyumku kala ku letih.
Kau adalah khayal indahku kala ku sepi menyepi.
Kau adalah ceriaku kala ku penat oleh cerita-cerita jenuhku yg tak mau berhenti.
Kau adalah tawaku kala tak kudapatkan canda dari mereka disehari tadi.
Kau adalah sejukku kala sengatan hal-hal membosankan enggan menepi.
Bahkan hingga kini.
Senyum itu kian kuasai sebagian besar ruang hati.
Menjajah segalanya disini.
Dengarkan ini.
Aku tak sedang merayu puji.
Karena aku merasa yakin pasti.
Aku kian cintaimu pagi ini.

Khayal Ditengah Siang

Dipuncak hari.
Seperti saat ini.
Ditengah jenuh akan duniaku.
Kau tau??
Aku mengkhayalkanmu.
Mengulas dirimu.
Memetik sosok tercantikmu yg terrekam jelas dari pertemuan terakhir.
Melamunkan organ indah itu yg masih kental dibenak.
Itu matamu..
Biar saja siang menertawakanku atas tingkahku.
Biarkan saja terik ini mencaciku atas khayalku disiang bolong ini.
Aku tak perduli.
Aku hanya ingin berkhayal.
Aku akan tetap berkhayal.
Akan selalu berkhayal...

Senyum Itu Senyummu

Kali ini aku tak ingin memuji senyummu.
Tidak!!!
Karena ada sesuatu yg lebih indah dari itu yg layak untuk kupuji.
Dan seharusnya sejak dulu sudah harus kupuji.
Matamu...
Ya..
Matamu.
Organ yg tak kusadari adalah hal terindah milikmu.
Organ yg terselubung pesonanya saat pertama kali menatapmu.
Karena memang aku terjebak oleh kuasa senyummu kala itu.
Sekarang aku ingin memujinya.
Melantunkan sajak indah untuknya.
Jangan hentikan aku mengaguminya.
Mngkhayalkannya.
Hingga kini.
Hingga pagi..

Hai!! Untuk Organ Indah Itu

Hai untuk organ indah itu..
Hai untuk indahnya..
Hai untuk cantiknya..
Hai untuk pesonanya..
Bagaimana dia terpejam semalam?
Apa yg telah dia saksikan di alam tidurmu semalam?
Adakah indah?
Atau malah hanya mengulang cerita-cerita nyata sebelumnya?
Selamt pagi untuk organ kesukaanku itu.
Semoga semua yg indah sehari ini adalah bagiannya.
Dan untukmu,
Tolong sampaikan pada organ cantik itu,
Aku titipkan 2 kata untuknya..

"AKU MERINDUKANNYA"..

Matanya.. Cantiknya

Jika mereka bertanya,
"Apa yg sebenarnya kau kagumi dari dia?"
Aku akan menjawab,
"Matanya!!"
Ya..
Matanya.
"Karena jika kau menatap matanya disaat dia tengah menatap matamu,
Kau akan berubah menjadi sosok terlamahmu.
Sosok yg paling terlemahmu yg kau belum pernah alami sebelumnya.
Kau akan diperkenalkan pada dirimu yg sebenarnya penakut.
Yg pasti tak kau kira ada padamu dan kau tak yakin tengah mengalaminya.
Dan bersiaplah untuk kau alami rindu hebat setelahnya".
Hmm..
Itu yg akan kukatakan..

Organ Cantikmu

Aku tak bisa menutup harimu tanpa sedikit saja lirik memujimu untukmu di esok pagi.
Tatap mengagungkan organ indah itu.
Terimakasih..
Aku puas memandangnya sehari tadi.
Aku senang menatapnya lama sehari tadi.
Terimakasih untuk rindu yg kau perbolehkan untuk kulepaskan.
Dan terimakasih untuk rindu yg akan hadir sesudahnya.
Yg aku yakin akan lebih hebat.
Tertidurlah kini.
Buat organ itu terpejam sejenak.
Buat dia tenang sesaat.
Salam malam untukmu saat ini.
Salam pagi untuk organ itu esok hari.

Aku Dan Baitku

Terik itu lenyap.
Bumi kini terkuasai gelap.
Telah lama kelam itu hinggap.
Riuh sang siang raib oleh suara-suara hewan malam.
Tak ada lagi orang-orang dijalan.
Tak terdengar lagi tawa-tawa insan itu bergantian.
Kini hanya ada aku dan baitku.
Hanya ada anganku dan lirik memujiku.
Tentangmu.
Tentang mata indahmu.
Biarkan aku menkhayalkannya.
Mengulasnya.
Dan tersenyum tipis untuknya.
Hingga nanti mimpi jenuh menungguku.
Dan kantuk akhirnya menjemputku.
Selamat malam sayang...

Ceritakan Denganku

Ceritakan semua padaku.
Aku ingin tau.
Aku memang ingin tau.
Karena aku ingin ada untuk semua itu.
Semua-mu.
Mengapa?
Kenapa?
Tangiskan jika kau mau.
Basahi dadaku dengan isakmu.
Teriakkan jika itu perlu.
Paksa aku memberikan solusi-solusi terbaikku.
Jangan menyimpannya untukmu sendiri.
Aku disini mendengarkanmu.
Aku takkan jauh untuk kau bercerita semaumu.
Mulailah dari satu hal yang kau anggap mudah untuk kau memulainya.
Aku takkan jenuh.
Luapkan padaku.
Bahkan jika itu adalah tentangku.

Sedetik Saja Dibenakmu

Rindu ini sesak.
Menghalau aliran nafas itu terdesak.
Bagai nada isak.
Terkadang reda terkadang lasak.

Hening..

Bahkan kian hening.

Tak ada tentangmu di nyata.
Khayal ini betah berkuasa bertahta.
Tak ada kata.

Rindu aku seminggu.
Kebas keram bak candu.
Masih menunggu.
Lepas bebas peluangku menujumu.

Apa kabarmu sore ini sayangku??
Sedang apa dirimu?
Adakah sedetik saja dihari tadi aku dibenakmu?

Kemudian..
Apa kau tau aku merindukanmu??

Hujan Dan Rinduku

Hujan ini deras tanpa guntur.
Tanpa suara-suara katak mendengkur.
Tak sisakan celah kering di tanah gersang tak subur.
Mengubah debu menjadi lumpur.

Kau..
Insan yg sedari tadi lamunku menjangkau.
Dengan benak dan khayal menujumu ku merantau.
Tanpa galau.
Fokus pasti dalam angan oleh pertemuan lampau.

Sayang..
Apakah kini padaku juga lamunmu melayang?
Mungkin ya hayalku dan khayalmu bersua disebuah alam bayang.
Melambai bebas bak kipas seorang dayang.

Aku merindukanmu.
Kini dan esokku..

Aku Harap Kaulah "Dia Yang Kutunggu"

Hanya akan menginginkanmu.
Hanya dirimu.
Kau adalah bagian diriku yang seperti kucari selama ini.
Lengkap terasa kurasa saat denganmu.
Tak berkekurangan kala disisimu.
Kau adalah sosok yang kuharapkan berasal dari potonganku itu.
Kau yang kudambakan menjadi "dia yang kutunggu".
Sungguh indah menatapmu tersenyum.
Mengenalkanmu bahagia bagai sebuah cita buatku.
Teramat nyaman kala kau bermanja.
Bercerita sesukamu seperti saat biasanya.
Kusuka tampang jelekmu saat kau menangis.
Aku bahkan sangat suka ketika kau terlihat lebai dengan candamu yang garing.
Kau seakan terlihat sangat polos.
"Hasiankon tahe bah" bisikku perlahan seraya tersenyum mensyukuri adamu.
Membuatmu nyaman adalah tugasku.
Sedangkan tugasmu hanyalah menegurku kala ku alpa akan tugasku.
Jadi jangan pernah menyuruhku menghentikan tatapan lamaku pada wajahmu.
Karena mengagumimu cantikmu adalah salah satu moment terfavoritku.
Sayang...
Dengarlah ini.
Aku sungguh sangat menyayangimu.
Kemarin,
Pagi ini,
Dan yang kuusahakan esok..

Selalu Baru Ditiap Pagi

Dia mencintaiku tulus.
Setulus mentari bersinar terus.
Dia menyayangiku ikhlas.
Bak rembulan yang tak harap balas.
Dia merindukanku tiada henti.
Bagai tak letih.
Selalu baru ditiap hari.
Seperti sungai yang tak punya muara untuk berhenti.
Dia mengagumiku murni.
Seperti embun yang paling jernih.
Ada rasa sukur tiap aku menatap lama dimatanya.
Ada terimakasih yang begitu indah saat dia bermanja.
Ada saat yakin sang hati berkata "dialah orangnya" ditiap dia mendekapku.
Aku mencintaimu sayang masih sehebat kemarin.
Aku menyayangimu "kompeng"ku masih segelora kemarin.
Dan akan kujaga untuk tetap seperti itu.
Hingga tak ada lagi kata "seperti kemarin".
Akan baru ditiap paginya..

Tetap Bersamamu

Hanya ingin bersamamu.
Manatapmu.
Mengagumi pesonamu.
Menyandarkan tubuhmu didadaku sambil kau bercerita semaumu.
Dengan sesekali mengecup lembut kening dan bibirmu kemudian memujimu.
Memelukmu erat dirangkulku dengan selalu bergumam "Aku menyayangimu sayang".

Kenapa saat seperti itu selalu terasa singkat ribuan detik itu?
Beberapa jam kebersamaan kita bagai beberapa menit berlalu.
Hingga pernah kita berandai, "Andaikan waktu berhenti, andaikan hari menambahkan jamnya berlebih, akan hanya ada kita memadu kasih, saling memuji, dan bercium tanpa letih".
Aku mencintaimu sayang.
1 alasan yang membuatku ingin bersamamu masih.
1 alasann yang menugasiku untuk selalu bisa hadiahimu rasa nyaman disisi.
1 alasan yang bahkan membuatku tak pandai mengontrol emosi.
Ketahuilah sayang,
Aku mgsih bersamamu dan tetap ingin bersamamu.
Jika kerap aku membuatmu sakit bahkan terlalu sakit,
Itu khilaf-ku yang artikan aku tak sempurna.
Dan aku berharap disanalah kau berada, dipihakku.
Kareng aku benar-benar tak mahir dalam bagian-bagian tertentu itu.
Dan kau hanya perlu tau ini.
"Aku sungguh sangat mencintaimu".
Ingat saja kalimat itu saat kita marah.
Saat kita saling tak ramah.
Saat kita merasa mulai terserang gerah.
"Aku sungguh sangat mencintaimu".
Hanya itu..
Cukup hanya itu..

Arsip Puisi - Puisi Saya

Saputra Nainggolan - Hasian.mp3