https://cdn.jwplayer.com/libraries/l62vdWIV.js PUISI

Cari:

Rabu, 07 Desember 2016

Ya, Aku Rindu

Aku rindu alami rasa itu.
Aku rindu nuansa cinta seperti dulu.
Aku rindukan ragam emosiku.
Saat memiliki seorang hawa lucu.

Aku rindu ucapkan I LOVE YOU.
Aku rindu katakan I MISS YOU.
Aku rindu ciptakan puisi-puisi romantisku yang cuma untuknya aku mendayu.

Aku rindu memuji seorang hawa dengan kata-kata yang kemayu.
Aku rindu menggenggam jemari sang hawa dengan pura-pura bergaya polos malu-malu.
Aku rindu mendekap hangat raga sang hawa sambil berkata aku sayang kamu.

Aku rindu mengecup lembut bibir sang hawa dengan harapan bisa bertindak lebih jauh.
Aku rindu menantang nyaliku dengan pantang mundur terus maju.

Saat momenku harus taklukkan anjing piaraanmu yang setia menungguku tiap aku datang bertamu.

Aku rindu momenku menerima hujaman pertanyaan-pertanyaan bapakmu yang selalu bikin aku jemu.
Aku rindu momenku memuji mamakmu cantik bertubi-tubi padahal udah peot gitu.
Aku rindu momenku nyogok adek-adekmu pake nyuruh mereka beli gorengan cuma buat bisa ninggalin aku sama kamu.

Aku rindu semua itu.
Ya aku rindu..

Kekasihku Bukan Kekasihku

Aku memandang geram pada rembulan
Menatap sinis pada sang bintang
Terserah tanggapan mereka
Persetan dengan pendapat mereka atas tatapanku
Aku hanya ingin mereka mengerti
"Kembalikan kekasihku !!!" Kuteriakkan kuat dalam hati
Aku tau mereka mendengarnya
"Dia dihadapanku kini, Tapi aku seperti tak mengenalnya"
"Dia bahkan sedang menatapku, tapi itu bukan tatapan kekasihku"
"Dia menyentuhku, tapi terasa tak seindah dulu"
"Dia menciumku, tapi terasa tak sehangat dulu"
Kemana dia?
Sudah pergikah dia?
Lalu siapa yang aku tatap ini?
Siapa yang aku sentuh ini?
Siapa yang aku kecup ini?
"Dia bukan kekasihku"

Khayal Sahabatku

Hembusan angin menusuk
Menghantar malam kebibir pagi
Semilir
Hewan hewan malam kini tak lagi berbunyi
Seperti lelah semalaman bernyanyi
Sedangkan aku masih terjaga diantara orang orang yang sudah lama terlelap
Masih berkhayal diantara mimpi mereka yang akan bertepi
Masih berangan diantara nafas nafas mereka yang tenang
Dan mungkin nanti akan tertidur sendiri setelah mereka terjaga..

Menunggu Tanpa Merasa Menanti

Siapa yang akan ku temui nanti?
Dimana hawa berikutku itu kini?
Wangi apa yang kan dia beri?
Akankah indah?
Atau juga luka seperti jejak terakhir dari mereka malah?
Karena lelah
Aku lengah
Terkurung oleh luka hawa terakhir
Tak jua menyingkir
Aku hanya ingin ini berakhir
Bermuara pada genangan indah
Tentu saja bersamanya
Tiada butuh lagi yang lain
Dan tiada butuh lagi yang berikutnya
Siapakah dirimu yang menungguku?
Sadarkah diriku sedang menujumu?
Kapanpun dan dimanapun semua itu nanti bermula
Itu pasti akan indah
Dan mungkin jadi yang terindah
Momen yang bukan rencanamu dan juga bukan rencanaku..
Menunggulah disana..
Menunggu tanpa merasa menanti..

Selasa, 20 Oktober 2015

Organ Cantikmu

Aku tak bisa menutup harimu tanpa sedikit saja lirik memujimu untukmu di esok pagi.
Tatap mengagungkan organ indah itu.
Terimakasih..
Aku puas memandangnya sehari tadi.
Aku senang menatapnya lama sehari tadi.
Terimakasih untuk rindu yg kau perbolehkan untuk kulepaskan.
Dan terimakasih untuk rindu yg akan hadir sesudahnya.
Yg aku yakin akan lebih hebat.
Tertidurlah kini.
Buat organ itu terpejam sejenak.
Buat dia tenang sesaat.
Salam malam untukmu saat ini.
Salam pagi untuk organ itu esok hari.

Saputra Nainggolan - Hasian.mp3