Cari:
Rabu, 14 April 2021
Senin, 17 Agustus 2020
Ancient Aliens | Season 01 - Episode 01 | The Evidence
Watch or Download Ancient Aliens
Tonton atau unduh Ancient Aliens Subtitle Indonesia.
Season 01 Episode 01 - BUKTI
Episode ini menampilkan alien yang melakukan kontak dengan manusia primitif dengan mengutip bukti dari teks Sanskerta India yang diduga menggambarkan mesin terbang yang disebut Vimana, bangunan-bangunan megalitik Mesir yang diduga hasil pekerjaan pemotongan presisi yang dianggap terlalu maju di zaman itu, serta teks Zohar Yahudi yang dikatakan menggambarkan "mesin Manna" yang mirip dengan pemrosesan alga chlorella di masa kini.
Jumat, 15 Maret 2019
Kurasa Aku...
Tak kunjung terlelap
Masih segar rasanya mataku
Ragaku memang sudah letih tapi sepertinya ia masih enggan dikuasai mimpi
Kurasa hanya aku saja seseorang yang belum terlelap saat ini
Hanya aku yang tersisa yang terbangun di bumi ini malam ini
Sangat lengang
Sangat sunyi
Sangat sepi
Riuh siang tadi lenyap sudah
Tak bersisa
Suara orang-orang di jalanan kini sirna
Hanya detik jam dinding ini saja yang kian terdengar jelas
Bagai beradu dengan suara lelah hela nafasku
Suara gelembung air di galon terkadang menyelingi dari belakang
Entah siapa yang menuangkannya di jam segini
Juga suara cicak, sesekali membuyarkan khayalku
Menghilangkanmu sesebentar dari benakku
Serta suara-suara hewan malam yang sepertinya saling bersahutan di bawah jendela kamarku
Malam ini dingin
Meski tak hujan tapi dingin
Kau pasti telah terlelap
Tertidur pulas di balik selimut hangatmu
Mengalami mimpi
Mimpi yang tak pernah kau bisa ciptakan sendiri
Bermimpi meninggalkan ragamu yang letih
Meninggalkan sejenak bumi ini
Meninggalkan kebosanannya
Meninggalkan kerumitannya
Meninggalkan ketidak-adilannya
Seandainya bisa aku tiba-tiba berada di sampingmu saat ini
Di sampingmu yang sedang tertidur
Akan kunyamankan ragamu yang terdiam itu
Kuhangatkan tubuhmu yang sedang tak kau pedulikan itu
Kuawasi dia yang sedang ditinggalkan jiwanya
Kujaga agar tak satu pun mengganggumu bermain dengan bunga tidurmu
Mengelus lembut pipimu lagi
Membelai pelan rambutmu lagi
Mengecup kecil keningmu lagi
Meremas pelan jemarimu lagi
Bak seorang Raja Mesir yang pernah berucap saat melihat anaknya yang sedang pulas di sisinya,
"Kau tertidur nyenyak sekali karena kau tahu bahwa kau dicintai."
Aku juga pasti akan mengatakan itu
Membisikkan itu di telingamu yang sedang tidak kau fungsikan untuk mendengar
Meski kau acuhkan, aku tak peduli
Akan tetap kubisikkan untukmu
Karena...
Kurasa aku...
Rindu.
Jumat, 08 Maret 2019
Ya, Aku Tercukupkan
Akan kuucapkan untukmu
Jika cantik memiliki kata lain yang lebih cantik dari cantik
Akan kuutarakan padamu
Jika sempurna memiliki kata lain yang lebih sempurna dari kata sempurna
Akan kubisikkan padamu
Karena begitu
Memang begitu
Dirimu
Bukan indah seperti yang kau lihat untuk bisa tampak indah
Bukan cantik seperti yang kau tahu untuk bisa terlihat cantik
Bukan sempurna seperti yang kau mengerti untuk bisa jadi sempurna
Sebagaimana dirimu saja
Sebagaimana kau adanya
Karena kau ibarat porsi yang 'cukup'
Tak kurang, tak lebih
Karena cukup tak harus memiliki kata lain untuk mewakili cukup
Cukup
Ya, aku tercukupkan.
Rabu, 22 Agustus 2018
Selamat Ulang Tahun, Sang Terakhir
Saat semua bertanya;
"Apa yang membuatmu memilihnya?
Apa yang akhirnya membuatmu menjadikan dia pilihan terakhirmu?"
Akan kujawab;
"Dialah tempat ternyamanku.
Padanya aku yakin menunjukkan siapa sebenarnya aku.
Apa cacatku dan lebihku.
Padanya tak kutemukan keluhan atas ketidakmampuanku.
Padanya tak kutemukan caci atas celaku.
Bahkan sebaliknya, ia bangunkan aku.
Membanggakanku saat yang lainnya menyerah atasku.
Padanya semua itu kutitipkan dengan yakin.
Dan dengan indahnya dia menyambutku bersama semua hal burukku.
Dia yang kutemukan tepat tak terlambat.
Dan yang kutemukan tanpa rencana.
Dia disana menungguku tawarkan tulus saat semua sejenisnya harapkan pamrih.
Dia disana menungguku suguhkan senyum saat semua sejenisnya rencanakan tangis.
Parasnya, tak hanya itu indahnya.
Sederhananya, bukan sebatas itu kemampuannya.
Dia tak suka berlebih atau dilebihkan.
Tak butuh diakui dengan cara tinggi.
Dia memberi saat aku tak punya.
Meski itu disaat ketidakpunyaannya.
Dia selalu berusaha sempurna untukku.
Walau sebenarnya tanpa itu dia sudah cukup sempurna.
Dia akan menambal lubang yang ada padaku meski itu harus menciptakan lubang baru padanya.
Dan akan kuupayakan menambal lubang yang ada padanya meski itu juga harus membuat lubang baru padaku.
Dia akan tertawa saat ingin tertawa.
Dia akan menangis saat ingin menangis.
Dia akan bermanja saat aku berhasil ciptakan rasa nyaman di sisinya.
Bahkan dia akan marah saat sesuatu tak menyenangkan kuberikan padanya.
Begitulah dia, sebegitu adanya.
Seadanya.
Dialah perempuanku yang tak lagi malu mengeluarkan suasana hatinya di depanku.
Meluapkan segalanya tanpa malu.
Menjadikan dirinya adalah aku.
Dan jika saja semua tentangnya harus kutuliskan dalam kertas, akan tiada cukup selembar.
Dan kau pasti akan jenuh membacanya".
Itu jawabanku.
Akan kujawab demikian.
Terima kasih Tuhan karena menciptakan makhluk indah sepertinya.
Terima kasih Sayang karena ternyata kaulah sosok itu.
Aku menyayangimu, masih sehebat kemarin.
Bahkan kian hebatnya hari ini.
Yang kuyakin kian hebatnya pula nanti.
Menua sudah dirimu.
Tak lagi muda dan belia.
Tegar, aku tak ragukan itu darimu.
Tetaplah sederhana dan manja.
Tetaplah cemburu dan menyebalkan.
Karena aku suka itu.
Maka tetaplah demikian untuk kita kini.
Untuk kita di ratusan Ulang Tahunmu nanti.
Kaulah kekasihku, sahabat hidupku.
Yang kurencanakan terakhir.
Selamat Ulang Tahun, Sang Terakhir.
Thursday, Aug 23 2018, 02.23 am



