https://cdn.jwplayer.com/libraries/l62vdWIV.js PUISI

Cari:

Jumat, 10 Maret 2017

Aku Suka Hujan

Dan akhirnya hujan itu pun datang.
Siap membasahi bumi.
Mengguyurnya sesukanya.
Hingga tak sisakan celah kering di tanah.

Aku suka hujan...
Aku suka aroma yang dibawanya.
Aku suka suara yang diciptakannya.
Aku suka suasana yang dihadirkannya.
Hujan adalah sahabat bagi mereka si penyendiri.
Hujan adalah teman bagi mereka si pengkhayal.
Karena hujan akan selalu hadir membawa gumam.
Membawa lamun.
Membawa khayal dalam benak.

Aku suka hujan...
Karena aku suka berkhayal.
Seperti saat ini...
Dia menyeret segalanya ke dalam benak ini.
Menyeretmu, menyeret dia, menyeret siapa saja yang tiba-tiba hadir dalam otak ini.

Aku suka hujan...
Karena ini momenku untuk mengenal diriku sendiri.
Dan mengenal mereka yang telah pergi.

Aku suka hujan...
Ia membuat riuh orang-orang di jalanan menyepi.
Menepi.
Lalu menciptakan lamun mereka sendiri.

Aku suka hujan...
Karena hanya hujan yang kurasa paling mengenalku.
Bukan engkau, bukan dia, bukan siapa saja.
Hanya hujan.

Aku suka hujan...
Ya...
Aku suka hujan.

Senin, 06 Maret 2017

Kurayu Bidadariku

Kau Makhluk Surga...
Pembawa angin aroma Surga
Indah kembang aromamu
Semerbak harum tubuhmu
Aroma Surga menguap dari semua lipatan kulit tubuhmu

Kau Makhluk Surga...
Biarkan kupetik
Kutanam dan kupelihara di pekaranganku
Pekarangan yang hanya aku pemiliknya
Pekarangan yang kuusahakan seindah Surgamu
Bahkan jauh lebih indah

Kau akan jadi satu-satunya bunga di sana
Dengan wangi yang penuhi semua sudut
Bahkan sudut tanpa cahaya sekalipun
Dengan harummu yang beda
Tak sama
Kau akan jadi ratu di sana

Kau Makhluk Surga...
Tetaplah disini, di Surgaku
Tinggalkan Surgamu dan berdiamlah di Surgaku
Kupastikan, lebih indah Surgaku

Kau Makhluk Surga...
Tugasmu hanya satu
Tumbuhlah dan mewangi
Penuhi semua sudut gelap ruang itu
Meski gelap, aku acuh
Karena untuk menikmati wangimu, aku tak butuh mataku

Maka mewangilah, hanya itu tugasmu
Dan selebihnya, biarkan aku yang upayakan
Karena kau bungaku
Kau Makhluk Surga-ku.

Selasa, 28 Februari 2017

Pesonamu, Ibu

Letih terlihat di wajah yang tua itu
Tertidur pulas dalam alunan gelap malam
Dibalik senyummu teduhkanku
Terbayang potret kala engkau masih muda
Ajarkan sebuah kata cinta dalam hidup
Kekuatan kasihmu nyata pulihkan jiwaku yang kadang goyah

Waktu cepat bergulir, sisakan banyak kisah
Dia yang kau cintai t'lah lama meniggalkan dirimu sendiri
Namun tetap kau berdiri tegak pada dunia

Pesonamu masih jelas kurasa hingga kini
Menemani hingga ku dewasa
Derai air mata dan pengorbananmu takkan tergantikan

Terimakasih, Ibu.

By: Rita Christina Sari Pardede

Kamis, 23 Februari 2017

Malam Dan Sisa Tetes Hujan Ini

Malam kini bergilir.
Mengambil alih untuk hadir.
Senyap itu kini datang.
Sunyi tak terhadang.

Tetesan sisa-sisa hujan di tanah, itu kini yang terdengar kian lantang.
Beradu dengan detik jam yang kian terdengar jelas.
Nafas orang-orang terkasih yang takluk dalam mimpi, kini meninggi.
Saling beradu seperti sedang mengejar sesuatu.
Terkadang nafas itu terdengar seirama.
Terkadang terdengar saling mendahului.

Aku masih hanyut dalam lamunku.
Fokus pada hal tak penting di otakku.
Tentang apa saja.
Apa saja yang hinggap akan kuulas.
Yang aku sudah lupa tentang apa tadi diawalnya.

Kantuk itu masih jauh.
Seperti belum ingin menyatu dengan raga lelahku.

Langit-langit kamar ini hanya sebagai persinggahan.
Hanya sebagai tempat tatapku berlabuh yang tak kuhiraukan.

Apa kabarmu malam ini?
Berbahagialah dengan dia yang kuyakin lebih mampu membahagiakanmu.
Cukup untukku hanya mengulasmu.
Mengulasmu dimalam ini.
Dan dimalam-malam berikutku.

Senin, 13 Februari 2017

Aku Tahu Aku Bukan Siapa-siapa Lagi

Aku tahu aku bukan siapa-siapa lagi...
Tapi kenapa saat mendengar kabarmu sedang jatuh dalam sakit, aku panik?
Seperti dulu.

Aku tahu aku bukan siapa-siapa lagi...
Itu sebabnya selalu kutahan niatku untuk menanyaimu kenapa boleh sakit?
Seperti dulu.

Aku tahu aku bukan siapa-siapa lagi...
Meski sebenarnya ingin sekali menyerbumu dengan pesan teksku menanyakan apa penyebabnya.
Seperti dulu.

Aku tahu aku bukan siapa-siapa lagi...
Hingga kuundur menanyakannya esok saja agar tidak terlihat panikku olehmu.
Seperti dulu.

Aku tahu aku bukan siapa-siapa lagi...
Tapi kenapa aku masih ingin sekali menjadi orang yang pertama mendengarmu mengatakan "Aku udah baikan Bang".
Seperti dulu.

Aku tahu aku bukan siapa-siapa lagi...
Tapi ingin sekali berada disamping ragamu yang lemah itu lalu kusuguhkan canda-canda anehku yang kupaksakan lucu sekedar agar engkau tersenyum.
Seperti dulu.

Aku tahu aku bukan siapa-siapa lagi...
Aku tahu aku bukan siapa-siapa lagi...
Untukmu...
Seperti dulu.

Saputra Nainggolan - Hasian.mp3