https://cdn.jwplayer.com/libraries/l62vdWIV.js PUISI

Cari:

Senin, 17 April 2017

Gaduhku

Aku menuliskan sajak ini ditengah kegaduhanku.
Menuliskannya disaat kegusaran terhebatku.
Ditengah guruhnya polemik dalam benakku.
Dan dicelah antara pilihan untuk menyerah.
Dan selangkah lagi untuk memilih pasrah.
Saat ini semua bak musuh.
Semua ibarat puas limpahkan ketidak-adilan dipundakku.
Sendiri dan sepi.
Ibarat tak berikan tempat untuk mengeluh mengadu.
Ingin bercerita.
Namun tak kuasa.
Jikapun kuasa takkan ada yang mau mendengarkan.
Dosa hebat apa yang dulu pernah terjadi hingga karmanya kupikul kini.
Hampir murka pada Tuhan.
Nyaris menbenciNYA.
Aku lelah.
Aku letih Tuhan.
Namun aku tak berniat berhenti.
Makhluk manis itu sajalah yang mampu membuatku berdiri.
Masih ada sukur untukMU atas hadirnya.
Terimakasih Tuhan atas adanya.
Atas kesempurnaanMU yang masih kurasa dalam dirinya.
Sepertinya hanya dia sajalah yang ada dipihakku kini.
Makhluk manis itu kekasihku.
Dia perempuanku.
KAU hadir dalam bentuk keindahan sosoknya.
Dan hanya karena dia sajalah aku masih mau untuk bangkit.
Dan kemudian akan kucoba melangkah untuknya.
Dan berniat berlari meski letih.
Meski tertatih.
Terimakasih Tuhan.
Terimakasih sayang.
Aku akan berlari.
Ya..
Aku akan berlari.
Lihat saja.


Jumat, 07 April 2017

Masih Khayal Ini

Mengacak khayal.
Memilah bayang-bayang mereka.
Memaksa temukan sebuah sosok.
Itu sosokmu.
Mencarimu yang sempat terrekam dikebersamaan kemarin.
Mana kiranya yang tampak jelas untuk kujadikan sahabat malam ini?
Mungkin itu sudah kulamunkan kemarin malam.
Atau bahkan kemarin lusa.
Tapi itu tetap akan memuaskanku malam ini.
Sama seperti biasanya.
Hhh..
Janganlah cepat hai kantuk kau menjemput.
Aku jenuh takluk olehmu dan kemudian bermimpi.
Selalu bermimpi.
Aku ingin mengkhayal.
Biarkan aku mengkhayal.

Jumat, 10 Maret 2017

Aku Suka Hujan

Dan akhirnya hujan itu pun datang.
Siap membasahi bumi.
Mengguyurnya sesukanya.
Hingga tak sisakan celah kering di tanah.

Aku suka hujan...
Aku suka aroma yang dibawanya.
Aku suka suara yang diciptakannya.
Aku suka suasana yang dihadirkannya.
Hujan adalah sahabat bagi mereka si penyendiri.
Hujan adalah teman bagi mereka si pengkhayal.
Karena hujan akan selalu hadir membawa gumam.
Membawa lamun.
Membawa khayal dalam benak.

Aku suka hujan...
Karena aku suka berkhayal.
Seperti saat ini...
Dia menyeret segalanya ke dalam benak ini.
Menyeretmu, menyeret dia, menyeret siapa saja yang tiba-tiba hadir dalam otak ini.

Aku suka hujan...
Karena ini momenku untuk mengenal diriku sendiri.
Dan mengenal mereka yang telah pergi.

Aku suka hujan...
Ia membuat riuh orang-orang di jalanan menyepi.
Menepi.
Lalu menciptakan lamun mereka sendiri.

Aku suka hujan...
Karena hanya hujan yang kurasa paling mengenalku.
Bukan engkau, bukan dia, bukan siapa saja.
Hanya hujan.

Aku suka hujan...
Ya...
Aku suka hujan.

Senin, 06 Maret 2017

Kurayu Bidadariku

Kau Makhluk Surga...
Pembawa angin aroma Surga
Indah kembang aromamu
Semerbak harum tubuhmu
Aroma Surga menguap dari semua lipatan kulit tubuhmu

Kau Makhluk Surga...
Biarkan kupetik
Kutanam dan kupelihara di pekaranganku
Pekarangan yang hanya aku pemiliknya
Pekarangan yang kuusahakan seindah Surgamu
Bahkan jauh lebih indah

Kau akan jadi satu-satunya bunga di sana
Dengan wangi yang penuhi semua sudut
Bahkan sudut tanpa cahaya sekalipun
Dengan harummu yang beda
Tak sama
Kau akan jadi ratu di sana

Kau Makhluk Surga...
Tetaplah disini, di Surgaku
Tinggalkan Surgamu dan berdiamlah di Surgaku
Kupastikan, lebih indah Surgaku

Kau Makhluk Surga...
Tugasmu hanya satu
Tumbuhlah dan mewangi
Penuhi semua sudut gelap ruang itu
Meski gelap, aku acuh
Karena untuk menikmati wangimu, aku tak butuh mataku

Maka mewangilah, hanya itu tugasmu
Dan selebihnya, biarkan aku yang upayakan
Karena kau bungaku
Kau Makhluk Surga-ku.

Selasa, 28 Februari 2017

Pesonamu, Ibu

Letih terlihat di wajah yang tua itu
Tertidur pulas dalam alunan gelap malam
Dibalik senyummu teduhkanku
Terbayang potret kala engkau masih muda
Ajarkan sebuah kata cinta dalam hidup
Kekuatan kasihmu nyata pulihkan jiwaku yang kadang goyah

Waktu cepat bergulir, sisakan banyak kisah
Dia yang kau cintai t'lah lama meniggalkan dirimu sendiri
Namun tetap kau berdiri tegak pada dunia

Pesonamu masih jelas kurasa hingga kini
Menemani hingga ku dewasa
Derai air mata dan pengorbananmu takkan tergantikan

Terimakasih, Ibu.

By: Rita Christina Sari Pardede

Saputra Nainggolan - Hasian.mp3