Dia mencintaiku tulus.
Setulus mentari bersinar terus.
Dia menyayangiku ikhlas.
Bak rembulan yang tak harap balas.
Dia merindukanku tiada henti.
Bagai tak letih.
Selalu baru ditiap hari.
Seperti sungai yang tak punya muara untuk berhenti.
Dia mengagumiku murni.
Seperti embun yang paling jernih.
Ada rasa sukur tiap aku menatap lama dimatanya.
Ada terimakasih yang begitu indah saat dia bermanja.
Ada saat yakin sang hati berkata "dialah orangnya" ditiap dia mendekapku.
Aku mencintaimu sayang masih sehebat kemarin.
Aku menyayangimu "kompeng"ku masih segelora kemarin.
Dan akan kujaga untuk tetap seperti itu.
Hingga tak ada lagi kata "seperti kemarin".
Akan baru ditiap paginya..
Setulus mentari bersinar terus.
Dia menyayangiku ikhlas.
Bak rembulan yang tak harap balas.
Dia merindukanku tiada henti.
Bagai tak letih.
Selalu baru ditiap hari.
Seperti sungai yang tak punya muara untuk berhenti.
Dia mengagumiku murni.
Seperti embun yang paling jernih.
Ada rasa sukur tiap aku menatap lama dimatanya.
Ada terimakasih yang begitu indah saat dia bermanja.
Ada saat yakin sang hati berkata "dialah orangnya" ditiap dia mendekapku.
Aku mencintaimu sayang masih sehebat kemarin.
Aku menyayangimu "kompeng"ku masih segelora kemarin.
Dan akan kujaga untuk tetap seperti itu.
Hingga tak ada lagi kata "seperti kemarin".
Akan baru ditiap paginya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar